Hanim Rohnulyanti

Hanim

Hanim Rohnulyanti

ALTOIST, Mahasiswi Terbaik PR 2012

Kalau jodoh tak lari ke mana duhai kekasihku. Yaa begitulah apa kata syair lagu. Tiada hari tanpa bernyanyi, itulah saya. Bahkan, untuk menulis testimoni ini saya pun mengawalinya dengan bagian kecil dari syair sebuah lagu.

Nama saya Hanim Rohnulyanti. Orang-orang biasa memanggil saya Hanim atau dengan sebutan khas gadis Jawa, Mbak Hanim. Saya memang berasal dari keluarga daerah Jawa, tepatnya Tegal. Lahirpun di Tegal, 13 Desember 1991.

Saat ini saya sedang menempuh pendidikan tinggi di Universitas Mercu Buana. Saya memilih bidang studi Public Relations sebagai studi lanjutan yang saya tekuni saat ini. Bidang studi ini tepatnya berada di bawah Fakultas dan Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana.

Tahun 2010 adalah awal perkenalan saya dengan Mercu Buana. Seiring berjalannya waktu tak terasa kini saya sudah memasuki semester 7, sangat mendekati semester akhir. Itu artinya tak lama lagi masa studi saya di Universitas Mercu Buana akan segera berakhir. Untuk itu, sebelum saya lulus nanti saya diberi kesempatan terlebih dahulu di sini untuk berbagi pengalaman selama 3 tahun terakhir ini bersama jodoh saya, Universitas Mercu Buana.

Awal kebersamaan saya dengan Universitas Mercu Buana, sudah memberikan saya kesempatan yang luar biasa yaitu menempuh pendidikan tinggi selama masa studi 4 tahun tanpa biaya. Alhamdulillaahirabbilaalamiin, rezeki pertama saya di Universitas Mercu Buana. Dengan itu, maka saya benar-benar menggunakan kesempatan tersebut sebaik-baiknya untuk mencapai prestasi setinggi mungkin membawa nama baik almamater Universitas Mercu Buana.

Tak hanya studi secara akademik, tetapi saya juga menggunakan kesempatan terbaik di tempat ini untuk mengembangkan bakat yang saya miliki. Kebetulan hobi saya adalah menyanyi. Satu-satunya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang mewadahi pengembangan bakat dan hobi saya tersebut adalah Paduan Suara Mahasiswa Universitas Mercu Buana (PSM UMB).

September 2010, mulailah saya bergabung dengan PSM UMB. Diawali dengan audisi masuk, lolos audisi, lalu berlatih bernyanyi secara rutin bersama teman-teman PSM UMB. Kegiatan yang sangat menghibur dan menyenangkan. Ilmu tentang vokal dan musik yang saya dapatkan di sini pun gratis. Untuk itu, saya juga tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini untuk pengembangan bakat saya.

Belajar teknik vokal, mengerti musik, memahami cara memadukan suara dengan indah, berlatih secara rutin, mengikuti kompetisi paduan suara, sampai dengan tampil di berbagai acara-acara penting, itulah kegiatan saya selama ini di PSM UMB. Berawal dari situlah pada September 2011 saya lolos audisi untuk mengikuti kegiatan misi budaya Indonesia ke Vietnam “The Enchanting Culture of Indonesia” yang diselenggarakan oleh Universitas Mercu Buana dengan Kedutaan Besar Indonesia yang berada di Vietnam. Subhaanallah. Ini adalah kesempatan pertama saya untuk pergi ke luar negeri, tanpa biaya pula. Betapa senangnya saya, pertama kali pula menaiki pesawat dan langsung terbang ke negeri seberang bersama dengan teman-teman PSM UMB lain yang juga lolos audisi untuk kegiatan misi budaya ini.

Tak lama dari selang waktu kegiatan tersebut, Maret 2012 saya kembali mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke negeri bambu, China. Kali ini saya mewakili mahasiswa Public Relations Universitas Mercu Buana bersama dengan perwakilan pemuda Indonesia lain mengikuti kegiatan kunjungan kepemudaan ke negeri Tionghoa yang diselenggarakan rutin oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga. Kami menjadi duta Indonesia untuk memperkenalkan budaya Indonesia di sana bersama dengan presiden RI, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.

Tak ada kata lagi selain ucapan syukur yang mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa  atas apa yang sudah diberikan-Nya kepada saya sampai detik ini. Begitu besar karunia-Nya melihat hamba-hambanya yang mau berusaha untuk mencapai yang terbaik. November 2012, saya mengikuti pula kompetisi paduan suara tingkat internasional yang diselenggarakan di Guangzhou, China. Setelah lolos audisi, saya kembali terbang ke China bersama dengan tim PSM UMB untuk kompetisi ini. Sungguh bagi saya ini adalah rezeki yang luar biasa. Apalagi kepulangan kami ke Indonesia membawa piala kemenangan atas perjuangan kami di Guangzhou, China.

Atas prestasi tim PSM UMB di Guangzhou, China, Dr. Arissetyanto Nugroho selaku rektor Universitas Mercu Buana yang juga saat ini menjadi pembina PSM UMB, beliau mengajukan permohonan beasiswa untuk kami yang diberikan oleh Yayasan Supersemar kepada para mahasiswa yang memiliki prestasi. Di luar dari dugaan, saya bersama dengan satu orang teman seperjuangan saya di PSM yang memiliki prestasi akademik di bidang studi kami mendapatkan beasiswa tersebut dengan nominal yang berbeda. Subhaanallaah. Saya sangat berterima kasih kepada beliau, Dr. Arissetyanto Nugroho yang mengajukan permohonan beasiswa tersebut untuk kami.

Desember 2012, tepat pada acara dies natalis dan wisuda Universitas Mercu Buana, saya dan teman seperjuangan saya di PSM tersebut mendapatkan penghargaan mahasiswa berprestasi di bidang studi kami dengan nilai IPK tertinggi 4,00. Dari penghargaan tersebut, kami mendapatkan beasiswa satu tahun gratis biaya perkuliahan.

Bersykur, bersyukur, dan bersyukur. Ucapan terima kasih yang luar biasa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Universitas Mercu Buana, terutama Rektor Universitas Mercu Buana, Dr. Arissetyanto Nugroho beserta jajarannya yang telah memfasilitasi kami dengan sangat baik. Membuka jalan dengan lebar untuk kami mahasiswa Universitas Mercu Buana dapat mencapai prestasi setinggi mungkin dan mendapatkan penghargaan terbaik. Bahkan di tahun 2013 ini, atas kemenangan tim PSM UMB dalam kompetisi paduan suara internasional di Bali, kami kembali mendapatkan beasiswa dari Yayasan Supersemar untuk kedua kalinya. Alhamdulillaahirabbilaalamiin.

Sesuatu yang besar pasti datang dari sesuatu yang kecil. Untuk mencapai semua prestasi tersebut, langkah awal yang paling menentukan adalah niat. Selama ini saya selalu awali dengan niat. Niat untuk studi di Universitas Mercu Buana dan mengembangkan bakat di Paduan Suara Mahasiswa Universitas Mercu Buana. Lalu niat tersebut diimplementasikan dengan banyak tindakan, belajar; latihan; disiplin; kerja keras; dan satu hal yang tak boleh lupa, doa.

Selama tiga tahun ini, saya sudah mendapatkan banyak hal di Universitas Mercu Buana. Mungkin orang bilang, betapa beruntungnya saya. Subhaanallaah. Alhamdulillaahirabbilaalamiin. Untuk itu, melalui cerita-cerita pengalaman saya tersebut, saya mengajak teman-teman mahasiswa Universitas Mercu Buana terutama teman-teman PSM UMB untuk benar-benar menggunakan kesempatan terbaik yang sekarang ada di hadapan kalian, Universitas Mercu Buana. Sukses itu di mana saja tempatnya asal ada keinginan dan kemauan kuat dari kita untuk mencapainya. Universitas Mercu Buana membuka jalan lebar untuk kesempatan tersebut. Itulah kenapa saya katakan di awal, kalau jodoh tak lari ke mana duhai kekasihku. Karena jodoh saya di sini adalah Mercu Buana.

Incoming search terms:

  • hanim rohnulyanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>