Dr. Arissetyanto Nugroho, MM

Pak Aris

Dr. Arissetyanto Nugroho, MM

Pembina PSM Universitas Mercu Buana

Periode 2013-2017

Dimana ada kemauan,disana pula pasti ada jalan (solusi)

Oleh : Dr. Arissetyanto Nugroho

Perkenalan saya dengan Paduan suara Mahasiswa (PSM) UMB berawal sejak 2009, saat Sdri Citra Kurnia Sari (Akunt 07, Ketua PSM 2009=2010) sering berinteraksi dengan saya dalam mencari sponsor penggalangan dana untuk konser tahunan maupun kegiatan PSM lainnya. Interaksi tersebut menjadi semakin intens, terlebih karena Citra beberapa kali mengikuti beberapa  mata kuliah yang saya ampu seperti Kewarganegaraan, Kewirausahaan dan Manajemen Operasi. Citra merupakan sosok mahasiswa yang gigih dalam memperjuangkan kepentingan PSM, hal mana membuat saya ”terpaksa” mengikuti keinginannya. Passion/hasrat yang kuat dalam mencapai tujuan organisasi inilah yang menjadi modal kuat Citra beserta Nurul saat ini yang sedang meniti karier sbg profesional marketing di PT Bank Danamon. Sebuah profesi yang menantang dan pasti dengan bekal Soft Skill yang dibangun sejak di bangku kuliah serta keaktifannya di PSM, tentu akan mendorong sukses karirnya kelak.

Periode berikut kepengurusan PSM UMB dinahkodai  oleh Sdri Esti(PR 08,akrab disapa dengan Emon). Kerja bareng yang pertama adalah manakala saat itu, kita bersama-sama mempersiapkan operet drama musical “Gajah Merah”, kolaborasi PSM UMB,Teater Amoeba dan Denni Malik Corp sebagai persembahan 25 tahun  UMB yang diselenggarakan 28 oktober 2010.Saat itulah saya merasakan adanya “chemistry”yang sama dengan Esti,dimana hal menonjol pada dirinya adalah “komitmen” yang tinggi terhadap tugas. Terbukti jika saya menelpon pada pagi hari, selalu diangkat panggilan telepon tersebut dan tidak pernah “meninggalkan diri” dari tanggungjawab jika ada permasalahan yang menyebabkan yang bersangkutan dievaluasi atau ditegur.

Proyek berikut nya adalah bersama-sama mempersiapkan tim PSM yang akan berangkat ke Ho Chi Minh City Vietnam tgl 5-11 September 2011, dalam rangka mengisi acara The Enchanting Culture of Indonesia atas undangan Konjen RI Bapak Bambang Tarsanto. Kepergian ke Vietnam ini dilakukan sebagai apresiasi manajemen UMB kepada PSM yang telah berhasil menjuarai event FEUI National Folklore Festival sebagai juara Pertama, sekaligus sebagai sarana melatih mental percaya diri untuk tampil di muka public serta orientasi berpikir “Outward Looking”.

Saat itu boleh dikatakan hampir seluruh anggota PSM UMB “belum”pernah merasakan naik pesawat terbang apalagi pergi ke Luar Negeri. Banyak diantara mereka yang takut saat pesawat sedang “take off” atau “landing” (termasuk Amil, he he he). Setibanya di Ho Chi Minh pun, kebiasaan  kebiasaan “lelet”dan tak “tepat waktu”masih ditemukan disana sini. Berkat kepiawaian Esti bersama official Citra (yang bisa galak pada saat kritis) serta Kikik lah, bisa membantu seluruh acara yang diselenggarakan saat itu berjalan dengan lancar.

Pada akhirnya dalam penampilan terakhir di kota Baria Vung Tau,kami mendapat aplaus yang luar biasa dari masyarakat Eropa dan local Vietnam yang hadir. Benar benar sebuah pengalaman yang mengharukan dan menggembirakan kita semua, mengingat PSM UMB  telah mengukir sejarah sebagai UKM pertama UMB yang telah tampil sukses dan bisa membawa nama harum bangsa Indonesia di Luar Negeri.

Periode berikutnya, PSM UMB diketuai oleh Sdr Seven (Markom 2009), kiprah dan kinerja PSM di bawah asuhan konduktor Agus Yuwono ini semakin moncer. Terbukti di  bulan Mei 2012, untuk pertama kalinya PSM UMB meraih juara 1 sekaligus juara umum Kompetisi Nasional Paduan Suara antar Perguruan Tinggi di Semarang. Atas prestasi itulah, saya memberanikan diri untuk mencoba mengikutsertakan PSM UMB berkompetisi di event Internasional.

Terjadi perdebatan yang ”hangat” diantara pimpinan UMB maupun di lingkungan internal PSM sendiri tentang rencana yang “ambisius” ini. Saya pribadipun sempat ragu-ragu, apakah saya mampu mengemban rencana ini terlebih dalam kaitan penggalangan dana yang tidak sedikit. Setelah beberapa hari merenung dan memohon petunjuk Tuhan, akhirnya mantap dan bulatlah tekad saya untuk merealisasikan rencana kompetisi PSM di luar negeri tersebut.Situasi ini juga mengasah kompetensi kepemimpinan saya, karena saya sadar bahwa tujuan seorang pemimpin adalah bekerjasama dengan tim untuk mencapai  tujuan organisasi, bukan sekedar ingin menyenangkan hati seluruh elemen dalam organisasi tersebut.

Setelah diskusi yang panjang dengan Mas Nyon dan Seven, disepakati untuk mengikuti event Interkultur di Guangzhou China 6 -16 November 2012, dengan terlebih dahulu harus menyetor 7 juta rupiah sebagai komitmen keikutsertaan I PSM UMB dalan event tersebut. Usaha Seven yang lain adalah berhasilnya dilakukan kerjasama dengan PT Garuda Indonesia, sehingga memungkinkan PSM UMB untuk berangkat ke Guangzhou dengan fasilitas diskon 25%. Pengalaman pertama kali naik pesawat juga dialami oleh “kloter ke 2” anggota PSM UMB,terutama anggota baru angkatan 2011. Ada yang wajahnya ditutup jaket pada saat pesawat tinggal landas,ada yang menanyakan apakah boleh menambah porsi makanan dll. Betapa beruntungnya angkatan 2011 (Sevi, Amel, Meida, Ayas, Gusnia, Yogi, Yoga, Krisna, Puteri, Ganea), yang baru 1 tahun sebagai mahasiswa UMB namun langsung bisa berkesempatan pergi kompetisi ke Luar Negeri dengan menggunakan maskapai Penerbangan kebanggaan bangsa, Garuda Indonesia.

Selama 10 hari ditemani udara yang sejuk serta pemandu local yang baik (Tks Jean for everything you did while we were in China), akhirnya pada tahap awal PSM UMB berhasil menjadi juara 1 di Guangzhou International Open Choir Championship  untuk kategori Folklore dan Mixed Choir. Hasil ini tentu menggembirakan, namun belum bisa dijadikan tiket untuk lolos  ikut serta di Grand Prix.Pengumuman lolos ke babak Grand Prix kami dapatkan saat hendak makan malam di resto Chinese Moslem jam 19 waktu setempat. Ibarat bisul yang pecah,akhirnya keharuan dan kegembiraan bercampur aduk menjadi satu.Kami merasakan adanya kesamaan perasaan sebagai sebuah tim,yang telah berjuang bersama di medan laga. Saat itulah saya merasa sebagai “jenderal” lapangan yang turut bertempur bahu membahu dengan seluruh pasukan di garis depan. One for all and all for one.

Akhirnya hari penantian itu telah tiba,PSM UMB akhirnya bertanding di Grand Final 1st xinhai Prize International Choir Championship di dua nomor berbeda yaitu Mixed Choir dan Folklore. Pada saat pengumuman tiba, situasi dalam gedung sangat gegap gempita karena dipenuhi supporter dari 43 negara. Dengan usaha yang maksimal, PSM UMB berhasil meraih emas di Mixed Choir dan Platinum di Folklore sehingga total kita meraih 3 medali emas dan 1 platinum. Perjalanan ke China ditutup dengan wisata malam menyusuri sungai Guangzhou sambil menikmati indahnya pancaran cahaya lampu dari jembatan maupun gedung2 yang bertingkat. Benar-benar sebuah perjalanan yang diakhiri dengan Happy ending. Secara ringkas dapat saya simpulkan bahwa tahun 2012 adalah tahun prestasi UMB,karena pada tahun itulah di saat yang bersamaan UMB berhasil meraih prestasi internasional di 3bidang yang berbeda yaitu:olah raga(Claudia, renang di laos), olah piker (rudi, ari, lalong juara 1 Gatsby di Jepang) dan olah rasa/seni oleh PSM UMB yang menjadi juara 1 paduan suara di Guangzhou.

Walaupun kepergian PSM ke China masih dikomandani oleh Seven, namun sebenarnya kepengurusan PSM UMB telah beralih ke tangan Sarah (PR  2010) sejak agustus 2012. Pada kepengurusan Syarah inilah,PSM pertama kalinya “berani” memasukkan kompetisi Internasional dalam Proker nya yaitu Bali International Choir Championship 20 -27 Juli 2013 dan per 1 Maret 2013 , saya resmi menjadi Pembina PSM UMB. Mulailah penataan penataan organisasi saya terapkan, semisal adanya rapat pengurus dgn Pembina setiap 2 mingguan dan rapat anggota pada akhir bulan. Ketertiban juga ditegakkan, semisal menaruh sepatu pada tempatnya jika memasuki secretariat PSM. Event di Bali ini juga tidak kalah menantang, mengingat jadwal kompetisi yang padat serta bertepatan dengan bulan Puasa. Setelah melalui tahap seleksi dan audisi yang ketat,terpilihlah 41 anggota tim PSM yang akan berlaga ke Bali pada kategori Folklore dan Female Choir. Dengan semangat yang tidak kenal lelah dan berlatih siang malam, akhirnya PSM UMB juga meraih prestasi yang membanggakan yaitu peringkat pertama untuk Female Choir dengan nilai 78,50 serta meraih medali emas untuk Folklore.

Pada 21 Agustus 2013, PSM kembali beralih kepengurusan dengan kapten nya adalah  Reza Irfandi(akunts 2011) dengan dibantu pengurus yang lain serta munculnya wajah wajah pengurus baru angkatan 2012. Kali ini dalam prokernya, PSM sudah mencanangkan untuk ikut berkompetisi di Barcelona pada Oktober 2014. Saya yakin dengan kekompakan pengurus  dan anggota PSM serta Ridho Allah SWT maka tradisi prestasi yang selama ini sudah dicapai,akan juga diraih di Barcelona nanti. Amien,

Harapan saya PSM UMB juga tetap berprestasi di jalur akademik, tradisi wisudawan terbaik (yugoes tahun 2011 dan Esti PR 2012) dan mahasiswa berprestasi seperti Jason (broadcast 2012) serta Hanin PR 2012, harus tetap dilanjutkan. Terima kasih yang tiada terhingga kepada seluruh mitra sponsor yang selama  ini aktif membantu PSM UMB dalam ikut mengharumkan nama bangsa Indonesia. Kami sadar tanpa uluran tangan sekitar Rp 900 juta selama 3 tahun belakangan ini, maka PSM UMB tidak akan bisa “terbang” berprestasi sejauh dan setinggi ini. Terima kasih Mas Nyon atas tangan dingin nya, dan Pak Yon atas segala kerjasamanya. Jayalah PSM UMB, jayalah Universitas Mercu Buana, jayalah Indonesiaku .

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>