Jason Valino Sambouw

Dndndn- Copy

Jason Valino Sambouw

Bass

Tak pernah terbayangkan dalam hidup saya bisa menjadi salah satu mahasiswa di Universitas Mercu Buana, Jakarta. Keinginan saya untuk menjadi seorang news anchor, menghantarkan saya untuk mendaftar jurusan Broadcasting di kampus ini pada bulan Agustus 2010. Ketika awal perkuliahan, saya bisa dibilang masih sangat naif, maklum saja baru menjadi mahasiswa baru. Saya pada saat itu bertekad untuk fokus kuliah, dan tidak ikut kegiatan apa-apa di kampus. “Yah, tujuannya supaya kuliah ga keteteran”, itu adalah kalimat yang saya lontarkan jika ada teman yang bertanya, “Jas, lu daftar UKM apa?” atau “Jas, lu ga daftar UKM gitu?”.

Namun, pada hari kedua kuliah, saya lewat di stand PSM UMB. Tiba-tiba langsung “galau” mau ikut kegiatan di kampus atau tidak. Tetapi, karena dasarnya saya juga bukan siswa yang yang rajin-rajin amat kalau pelajaran, akhirnya saya putuskan buat coba-coba deh.Dan formulir pun saya kembalikan di hari ketiga pembukaan stand.

Ga disangka-sangka saat kelas mata kuliah agama, saya bertemu dengan teman saya yang bernama Mikael. Singkat cerita kami berkenalan dan merasa “senasib” karena sama-sama tidak ikut kegiatan Dunia Kampus, hahahah. Awalnya cerita-cerita kenapa ga ikut DK, trus tau-tau nyambung ke Indonesian Idol. Kami pun akhirnya saling nanya “eh, lu ikut audisi paduan suara ga?”, jawabannya ‘Ya, ntar barengan ya”.

Hari audisi pun tiba, saya berangkat audisi bersama Mikael dan Shinta. Lagu “Hero” yang saya nyanyikan dan “I believe i can fly” yang dinyanyikan Mikael membawa kami lolos audisi PSM UMB tahun 2010. Tak ketinggalan, Shinta yang nyanyi lagu “Memeluk bulan” juga ikut lolos. Serangkaian kegiatan mulai dari training dan pra pelantikan membawa saya bertemu dengan 31 teman-teman lain yang lolos audisi kala itu. Saat di bagi ke dalam grup, saya masuk dalam grup Kecak bersama Sarrah, Puput, Ika, Fitri, dan Galeb. Kami pun menang dan dapat predikat sebagai “Best Group” kala itu, dan ga diduga juga saya mendapat gelar sebagai “Best Male 2010”, bersanding dengan Best Female 2010, yakni Hanim, hahaha walaupun ada acara dibikin suasana konflik oleh senior, dan acara siram-siraman. Tapi sangat berkesan dan tak akan pernah saya lupakan.

Setelah itu, mulai proses konser angkatan 2010 yang betajuk “Choirmorphosis”, dimana konser tersebut menjadi ajang bagi calon anggota baru untuk bernyanyi di hadapan penonton untuk pertama kalinya. Bukan berarti semuanya mulus lho, tapi isak tangis dan ekspresi ketakutan dari tiap anggota masih saya ingat. Dan orang yang bekerja keras dibalik itu adalah Agus Yuwono. Beliau adalah pelatih sekaligus conductor kami,  awalnya saya sangat takut saat latihan dengan beliau, karena perawakan dan wibawanya. Alhasil kalau beliau sedang mengajar saya takut untuk menatap ke arahnya, hahahah. Tapi yang saya syukuri adalah saya bisa menjadi salah satu orang yang berguru bersama master seperti beliau. Suara , pengalaman, dan pemahaman musiknya seringkali membuat saya kagum dan ingin “meminjam suaranya”.

Konser juga berjalan lancar dan menjadi debut pertama yang mengaggumkan bagi angkatan baru. Lagu Sik-sik Sibatumanikam bisa dibilang menjadi lagu yang paling greget saat konser itu dari angkatan 2010. Setelah konser, diam-diam ternyata Mas Nyonyon (sapaan akrab Mas Agus Yuwono) menyeleksi anggota yang akan berkompetisi di National Folklore Festival tahun 2011. Puji Tuhan saya menjadi salah satu dari divisi suara bass yang ikut mewakili ke dalam perlombaan tersebut. Prosesnya juga tak kalah berat dan melelahkan. Mengingat ini lomba pertama saya di PSM UMB, jadi saya dituntut untuk menyamai kemampuan saya dengan para senior. Hal itu lah yang memotivasi setiap anggota untuk berkontribusi maximal dalam lomba tersebut. Kami pun dinobatkan menjadi juara 1 pada penyelenggaraan di tahun tersebut. Saya dan teman-teman merasa senang dan terbayar hasil kerja kerasnya.

Perjuangan tak berhenti sampai disitu, kami akhirnya berproses kembali untuk mempersiapkan Annual Concert kami yang bertajuk “Symphonia Of Choirmorphosis”. Tantangan lagu dan kapasitas, serta kalangan penontonya jauh lebih besar daripada konser angkatan. Konser tersbut juga menjadi konser tahunan pertama bagi angkatan 2010. Rasanya sangat bangga dan termotivasi untuk berkarya lebih baik lagi setelah konser tersebut. Di sela-sela proses tersebut, kami sempat tampil di acara 8 – 11 Metro TV. Kami membawakan beberapa lagu konser dan secara tak terduga, Bapak Konjen RI di Vietnam, Bambang Tarsanto melihat siaran tersebut. Akhirnya pihak Konjen mengundang kami untuk melakukan misi kebudayaan di Ho Chi Minh dan Baria Ving Tau, Vietnam. Puji Tuhan, saya masih diberi kesempatan untuk ikut berpartisipasi kala itu. Selama 5 hari tim PSM UMB berada di Vietnam. Kami tampil di 3 tempat berbeda. Yang paling berkesan adalah saat kami tampil di Baria Vung Tau. Hampir semua tamunya dari kalangan International, dan kami bisa dibilang sukses membawakan misi tersebut dengan penampilan lagu-lagu kami, serta tarian daerah dari tim Deny Malik Entertainment.

Kami banyak mengunjungi tempat bagus dan bersejarah seperti Independent Palace. Dan selama di Vietnam tersebut saya mulai kenal dengan bapak rektor UMB, Arisetyanto Nugroho atau yang akrab disapa Pak Aris.

Setelah Vietnam, akhirnya kami mempersiapkan penerimaan anggota baru 2011. Pada tahun tersebut saya diberik kepercayaan untuk menjadi orang nomor 2 atau wakil ketua di PSM UMB selama satu tahun kepengurusan bersama Kak Seven S. Togatorop dan jajarannya. Kami menyusun program kerja yang hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Dan kompetisi lagu perjuangan di Universitas Tarumanegara menjadi kompetisi kedua bagi saya, dimana itu juga masuk dalam program kerja kepengurusan kala itu. Kami akhirnya berada di posisi ke 5. Hal itu terus memotivasi kami untuk terus belajar dan tak berpuas diri. Akhirnya setelah konser angkatan 2011, kami memutuskan untuk ikut lomba di Universitas Semarang. “Ini baru perjuangan”, mungkin kalimat itu yang bisa menggambarkan betapa kerja kerasnya kami, tak hanya dari vocal, namun juga mental dan financial kepengurusan kami. Saya tak akan pernah lupa rasanya 14 jam duduk di bus menuju ke Semarang. Untungnya ada Ayas (Alto 1) yang duduk di sebelah saya selama ke perjalanan tersebut. Tak hanya itu Sarrah, salah satu sahabat saya juga berulang tahun saat kami menuju ke Semarang. Sampai di Semarang, banyak moment yang harus kami lewati hingga hari H kompetisi. Kami pun menjadi pemenang 2 kategori, yakni folklore dan Mixed Choir. Hal tersebut membuat kami teriak-teriak dengan hebohnya, bagaimana tidak ? kami harus mencari dana, naik bus, lagu yang dibawakan memiliki tingkat kesulitan tinggi, dan “air mata – air mata” lainnya.

Setelah Semarang, karena dorongan kuat dari Pak Aris, akhirnya kami nekad untuk terjun ke lomba International pertama kami, yakni “Xinghai International Choir Championships” pada tahun 2012. Kami pun meraih 3 medali emas dan 1 medali platinum dalam ajang tersebut. Setelah berkompetisi, kami pun berkesempatan untuk ke Hongkong atas ide dari Pak Aris, hahaha. Bisa dibilang beliau adalah orang yang membuat saya bisa melihat Hongkong.

Banyak sekali moment setelah kepulangan kami dari China. Kami pernah tampil di Metro TV (program Wide Shot), RCTI (Seputar Indonesia Pagi), dan SCTV (liputan 6 SCTV). Mereka menyiarkan moment kami yang mewakili Indonesia dan almamater kami saat berjuang di China, rasanya sangat membanggakan.

Tak hanya sampai disitu, berkat prakarsa dari Pak Aris, saya juga bisa ikut ke Yogyakarta sampai 4 kali, hahahah. Kegiatan kami selama di Yogyakarta (Kemusuk) adalah mengisis acara untuk pembukaan Museum Pak Harto, acara Yayasan Supersemar, dan pertemuan keluarga Soebarjo.

Sungguh pengalaman yang luar biasa bisa hadir dalam kesempatan tersebut. Bisa tampil di hadapan kolega dan kerabat keluarga Cendana, membuat saya merasa beruntung. Saya pun tak menyia-nyiakan untuk berfoto bersama Bapak Hutomo Mandala Putra dan Ibu Siti Hediati Harijadi.

Dan yang terbaru adalah kompetisi kami di 2nd Bali International Choir Festival pada tahun 2013. Kami berhasil meraih medali silver dan medali emas untuk kategori Female dan Folklore. Kompetisi tersebut menjadi bagian dari program kepengurusan ketua terpilih yakni Sarah, dan saya kembali mendampingi sebagai wakil nya. Selain kompetisi, kami banyak diajak ke tempat wisata di Bali. Dan yang paling berkesan adalah saat kami menonton pertunjukan tari Kecak langsung di Uluwatu.

Selain di PSM, saya juga pernah mewakili UMB dalam Japan East Asia Network Of Exchange For Students And Youths, Tokyo, Japan pada tahun 2012. Saya juga diberi kesempatan untuk memenangkan ajang SCTV Goes To Campus dalam kategori Presenter dan juara 2 di kategori Citizen Jurnalism bersama Mikael dan Ari Mukti.

Setelah panjang lebar, poin saya adalah saya tidak pernah menyesal untuk memutuskan ikut kegiatan di kampus. Mungkin saya tidak akan seperti ini jika saya kekeh tidak mau ikut kegiatan apa-apa di kampus. Dan PSM UMB menjadi keluarga saya saat ini sampai selama-lamanya. Terima kasih saya panjatkan untuk Tuhan Yesus Kristus yang menunjukan jalan kepada saya dan Yang telah membuktikan semua berkat dan kuasanya atas apa yang saya lalui hingga kini.

Tak lupa saya ucapkan terima kasih juga untuk Pak Aris yang banyak mengajarkan saya dalam berorganisasi, manajemen diri, memediasi saya dan teman-teman untuk berkarya dan diberi kesempatan untuk merasa punya papa lagi setelah papa kandung saya menghadap Tuhan 5 tahun yang lalu.

Untuk mas Agus Yuwono atau Mas Nyonyon, terima kasih juga untuk semua ilmu, kesabaran dan pengalaman yang diberikan. Tanpa kerja keras beliau, saya tidak mungkin berkembang seperti saat ini dalam berolah vocal, walaupun sampai sekarang saya juga masih jauh dari kata bagus dan masih perlu banyak belajar lagi.

Terakhir, untuk semua anggota PSM UMB, I WILL ALWAYS LOVE YOU all. I HAVE NOTHING without you all, becuase WE BELONG TOGETHER. And THE POWER OF LOVE by PSM UMB will always support me. I will remember our moments TILL THE END OF TIME. Hahahahaha J   PSM UMB is my HOME.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Incoming search terms:

  • jason valino
  • jason valino sambouw
  • jason valino sctv
  • jason sambouw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>