Ganea Pangastoko

Camera 360

Ganea Pangastoko

Bass

“pilihlah, dan bertanggung jawablah”

                Sebuah kalimat yang sudah terpatri sejak saya di beri kebebasan orangtua untuk memilih segala sesuatu dalam hidup saya. Ganea Pangastoko, nama yang diberikan Ayah saya beberapa menit setelah lahir. Padang, 21 Desember 1992 merupakan tempat dan tanggal lahir saya. Namun saya kembali hijrah ke tanah kelahiran kedua orang tua saya yaitu di Pulau Jawa, karena kepentingan dinas. Di Pulau Jawa-lah, tepatnya Semarang merupakan tempat saya di besarkan sampai lulus SMK.

Saya termasuk orang yang sangat selektif dalam memilih segala sesuatu, termasuk memilih Universitas Mercubuana sebagai tempat saya untuk melanjutkan pendidikan. Pertimbangan saya karena Mercubuana memberikan kesempatan terbuka dan sangat transparan bagi calon Mahasiswanya untuk mengembangkan prestasi diri dalam bidang akademik maupun non-akademik. Terbukti, saya di berikan kesempatan untuk mendapatkan beasiswa Prestasi Bakat Minat sehingga saya resmi menjadi mahasiswa jurusan Psikologi di tahun ajaran 2011/2012.

Tiada hari tanpa kegiatan tambahan. Yuup… Banyak mengikuti kegiatan organisasi dan non-akademik lainnya semasa Sekolah Menengah, mendorong saya untuk tetap mengembangkat minat dalam berorganisasi di UKM yang ada di Universitas Mercubuana.  Setelah melalui beberapa pertimbangan, akhirnya saya memilih UKM MENWA (Resimen Mahasiswa) dan UKM PSM UMB (Paduan Suara Universitas Mercubuana). Itulah awal perkenalan saya dengan PSM UMB.

Jujur, salah satu alasan lain saya memilih Universitas Mercubuana adalah UKM Paduan Suara yang saat itu sedang melakukan Misi Kebudayaan di Vietnam. Dengan di berikan kesempatan untuk melakukan misi kebudayaan di negara lain, secara tidak langsung menunjukan kualitas PSM UMB dalam dunia seni vokal di kancah internasional, itulah yang ada di pikiran saya. Dan hal itu pula yang membuat saya untuk memilih UKM Paduan Suara Universitas Mercubuana.

Momen yang tidak bisa saya lupakan, ketika perjuangan saya untuk mengikuti audisi PSM UMB adalah dengan modal nekat. Awalnya saya ragu untuk mendaftar, hingga pada hari terakhir pembukaan pendaftaran calon anggota baru, saya baru memberanikan diri untuk mendaftar. Mengikuti berbagai tahap audisi, training, Pra-Pelantikan, hingga saya bergabung dengan tim PSM UMB di divisi suara Bass 2, bersama tim PSM UMB kami membawa 3 medali emas serta 1 platinum di Guang Zhou, china.

Hasil adalah usaha. Sebelum kita dapat bertanding di China, saya dan teman-teman merasakan bagaimana perjuangan untuk bisa mengikuti perlombaan internasional. Pada tahun-tahun sebelumnya angkatan atas sudah mengikuti beberapa perlombaan lokal dan mendapatkan posisi juara secara bertahap. Hingga tahun 2010 PSM UMB akhirnya mampu mendapatkan juara pertama di National Folklore Festifal yang diadakan di Universitas Indonesia.

Setelah saya masuk, dalam rangka meningkatkan kualitas, Pengurus PSM UMB menyusun program untuk mengikuti perlombaan Tingkat Nasional. Lomba Paduan Suara Universitas Semarang adalah event perlombaan yang kita ikuti. Merupakan kebanggan tersendiri ketika saya di beri kesempatan untuk menjadi salah satu chorister dalam event  lomba ini.

Proses selama latihan dan perlombaan merupakan pelajaran yang sangat bermanfaat untuk PSM UMB khususnya untuk para chorister. Kami dengan financial yang bisa dikategorikan “nekat” memutuskan untuk mengikuti perlombaan yang jauh dari Jakarta. Latihan yang bisa saya bilang cukup keras, dengan bobot lagu yang cukup sulit bagi kami angkatan yang baru masuk. Begitu juga senior yang harus membantu angkatan saya dalam berlatih. Kapasitas teori yang minim dalam not balok, pemahaman lagu, interpretasi, penghayatan lagu cukup membuat saya merasa tidak mampu untuk mengikuti proses latihan. Karena dukungan tim dan kepercayaan dari Mas Agus Yuwono, membuat saya tidak ingin mengecewakan mereka. Alhamdulillah, usaha yang saya dan teman lakukkan membuahkan hasil.  Dari 2 kategori perlombaan yang kami ikuti yaitu Mixed choir, dan Foklore, kami menjadi Juara Pertama di masing-masing kategori, serta menjadi Juara Umum.

Dari lomba Nasional di Semarang, kita akhirnya memberanikan diri untuk merambah ke tingkat Internasional. Sekali lagi, usaha keras memberikan hasil yang sepadan. Tidak lepas dari rasa syukur kepada Allah SWT, kami menjadi juara umum di kategori Mixed Choir dan Folklore dalam Open Competition Guang Zhou serta membawa kami ke perlombaan yang lebih sulit tingkatnya di Xing Hai Prize dengan hasil Medali Emas dan Platinum.

Apabila mengingat prosesnya, saya merasa ini proses yang sulit. Perlombaan kali ini saya yang masih dibilang angkatan baru, harus bersaing secara sehat dengan angkatan atas dan juga alumni untuk mengisi posisi chorister yang terbatas. Hal ini membuat saya semakin keras untuk belajar sendiri, tidak menggantungkan pada senior karena dalam audisi kali ini kami sudah diwajibkan untuk berdiri sendiri.

Di tahun kepengurusan berikutnya, saya di beri kepercayaan untuk menjadi Koordinator Suara Bass. Posisi yang cukup berat bagi saya, di tahun kedua sudah harus menjadi koordinator suara, yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam hal bernyanyi, latihan persuara. Saya di tuntut untuk mempelajari lagu baru, baik dalam bentuk not angka, maupun balok. Tidak hanya secara not, tapi interpretasi, dinamika dalam menyanyikan lagu juga harus lebih dahulu menguasainya, untuk kemudian ketika latihan persuara dapat disampaikan ke chorister bass lainnya.

Tugas lainnya yang sudah menanti adalah ketika anggota baru ikut bergabung dengan PSM UMB. Membantu mereka dalam mengenal dunia chorister. Berlatih sabar, dan mencari cara yang lebih praktis dalam membantu mereka dalam belajar adalah tantangan saya sebagai koordinator suara.

Pengalaman yang di berikan PSM UMB, baik dari pelatih, senior, dan kesempatan untuk mengikuti berbagai event yang diikuti PSM UMB memberikan saya banyak pengalaman berharga, serta dari pengalaman itu saya bisa membagi kepada chorister lain di divisi suara bass disamping tugas saya sebagai Koordinator Suara Bass.

Event international yang berikutnya adalah 2nd Bali International Choir Festival. Kembali kami harus melalui tahap audisi, kali ini angkatan baru 2013 juga ikut andil dalam perlombaan. Konser angkatan, audisi, Annual Concert and Prer-Competition Concert adalah proses panjang yang kami lalui lagi. Konser angkatan untuk melantik, sekaligus melatih mereka ketika bernyanyi di atas panggung. Audisi dan Konser Anual merupakan satu proses yang saling berkesinambungan.

Puji syukur, Allah memberikan kami kesempatan lagi sehingga kami bisa kembali membawa medali. Tapi kategori yang kami ikuti sedikit berbeda,  kali ini para female harus berjuang lebih ekstra karena kami mengikuti kategori female choir, dan Silver Medals mampu mereka bawa pulang. Sedangkan dalam kategori Folklore, kami membawa Medali Emas.

Banyak hal yang diberikan PSM UMB kepada saya. Ilmu baru dalam bernyanyi, teori musik, notasi angka dan balok, membaca partitur, dan sekian banyak ilmu lainnya dalam dunia Paduan Suara telah saya dapatkan dari PSM UMB, baik dari tangan pelatih, maupun senior lainnya.

Relasi yang luas di dalam maupun di luar kampus, teman-teman baru dari berbagai universitas, chorister di dalam dan luar negeri, serta bertemu dengan banyak conducter, penyanyi ternama lainnya. Kesempatan yang sangat berharga ketika saya mampu bertemu dengan mereka, bertukar ilmu dan sharing pengalaman.

Selain Hard Skill yang saya dapatkan, Soft Skill seperti kesabaran, keterampilan, ketelitian, organisasi, administrasi juga diberikan ketika saya bergabung dengan PSM UMB. Tidak hanya dalam bidang Paduan Suara, namun Organisasi, pembuatan event besar seperti konser anual juga di latih di PSM UMB.

Itulah pengalaman saya selama bergabung dengan PSM UMB sampai detik tulisan ini dibuat. Masih banyak event besar lainnya yang menanti di depan. Tidak ada sedikipun rasa menyesal ketika saya memilih menginjakkan kaki untuk menjadi anggota PSM UMB. Selama kita bisa bertanggung jawab terhadap pilihan yang kita ambil, menikmati proses, dan berusaha semaksimal mungkin maka kita akan mampu mendapatkan hasil yang memuaskan pula.

Meskipun di sibukkan dengan kegiatan PSM UMB, saya masih mampu mempertahankan IP diatas 3.0. Terbukti, semenjak saya bergabung di semester pertama sampai semester 4, saya tetap menerima hasil studi dengan hasil IPK 3.6. Ketika kami di luar jam latihan, selain mempelajari  lagu masing-masing, kami juga saling sharing tugas serta mata kuliah yang kami ambil dengan mereka yang memiliki jurusan yang sama. Sehingga kami merasa nyaman dan tidak terlalu kesulitan ketika mengerjakan tugas yang sulit.

Terima Kasih PSM UMB, atas banyak kesempatan dan pengalaman yang diberikan. Semoga kedepannya nanti, PSM UMB mampu menunjukkan sayapnya dalam dunia Paduan Suara, sekaligus mampu membawa nama Paduan Suara  dari Indonesia ke tingkat Internasional. Viva La Musica!!!

               

Incoming search terms:

  • alasan mengikuti paduan suara
  • motivasi mengikuti choir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>