Indah Andriani Suharto

DSC_0805

Indah Andriani Suharto

Sopran

Kupu-Kupu. Semua pasti tau tentang kupu-kupu kampus. Ya benar. Kuliah Pulang – Kuliah Pulang Kampus. Sewaktu SMA, saya pernah mengikuti kegiatan Vocal Group, karena itu saya tidak mau menjadi bagian “kupu-kupu” semasa saya kuliah. Dunia Kampus adalah pertemuan pertamaku dengan Paduan Suara Mahasiswa (PSM UMB). Tadinya saya tidak percaya diri, namun setelah rangkaian audisi, saya dinyatakan lolos dalam 33 orang yang dinyatakan dan masuk divisi Sopran.

Setelah melewati training dan pra pelantikan, kaKonser angkatan 2010 yang bertemakan “Choirmorphosis” adalah konser pertama bagi angkatan 2010 agar kami dapat dikukuhkan sebagai anggota paduan suara. Konser ini pula menjadi ajang untuk memperlihatkan kepada orangtua kami, pulang malam bukanlah untuk kegiatan yang negatif. Pulang malam karena kami berlatih agar konser pertama kami menjadi konser yang sukses dengan segala upaya kami. Betapa harunya saya melihat senyum dan diberi kata selamat dari orangtua saya yang artinya orangtua saya memberi kepercayaan saya sepenuhnya untuk mengikuti paduan suara. Namun dengan tanggung jawab untuk selalu memprioritaskan kuliah. Kekompakan saya rasakan di angkatan ini. Saya sangat menyayangi 2010 🙂

The 5th National Folklore Festival (NFF) yang diadakan FEUI pada tahun 2011 adalah lomba kali pertama yang saya ikuti. Terharu, deg-degan, dan bangga karena Mas Nyonyon (panggilan akrab pelatih kami) menyertakan beberapa anak 2010 untuk kompetisi ini. Liburan semester pun diisi dengan latihan setiap hari, awalnya kaget dan sempat mengeluh, namun melihat kegigihan senior-senior paduan suara untuk terus mengejar prestasi tentunya membuat saya semangat dan semangat setiap harinya. Dalam kompetisi ini, kami menyanyikan lagu Simfoni Raya untuk lagu wajib, serta lagu marencong-rencong dan montor-montor cilik sebagai lagu folklore. Saya merasa senang akhirnya dapat menyanyikan lagu marencong-rencong karena lagu ini adalah lagu favorit saya yang dibawakan senior di konser angkatan kemarin. Pengumuman yang ditunggu tiba dan ternyata perjuangan kami ternyata tidak sia-sia karena alhamdulillah PSM UMB dapat memenangkan Juara I. Betapa senangnya saya melihat senyum Mas Nyonyon karena kami berhasil. Namun perjuangan kami belom berhenti sampai sini, sebab mempertahankan dan meningkatkan prestasi itu lebih berat daripada mencapainya.

Tak hanya pengalaman berpaduan suara yang saya dapatkan di sini. Selain sebagai chorister, saya dipercaya menjadi bendahara pada konser tahunan PSM UMB “Symphonia of Choirmorphosis”. Dari situlah saya mendapatkan kepercayaan menjabat sebagai bendahara lagi dalam kepengurusan periode 2011/2012.

Kompetisi selanjutnya adalah lomba lagu perjuangan di Universitas Tarumanegara. Tidak seperti NFF, kompetisi ini diadakan dua hari. Kami menduduki peringkat ke 5 dan Mas Nyonyon dinobatkan sebagai Best Conductor. Tahun 2012, kami mengikuti kompetisi di Universitas Semarang. Proses lomba ini sangat tidak akan saya lupakan karena perjuangan kami yang benar-benar terasa. Saat itu kepengurusan kami mengalami masalah keuangan. Bisa dibilang kami berangkat dengan keadaan yang “pas-pasan”, tapi ini tidak menyurutkan semangat kami. Derai air mata jatuh dan tak hentinya kami mengucap syukur ketika mengetahui kami memperoleh juara di dua kategori, yaitu kategori Mixed Choir dan Folklore.

Sebelum kompetisi di Semarang, kami pernah mengisi acara di Jogja. Pengisi acaranya tak hanya dari Indonesia, dari Mexico dan negara lainnya ikut serta. Betapa bangganya kami. Perjalanan 18 jam naik bus tidak terasa karena canda tawa riang menghiasi perjalanan kami. Di sana kami juga sempat berurusan dengan polisi karena sempat masuk jalan perboden. Haha. Sesampainya di Jogja, kami diperbolehkan untuk menginap di rumah Pak Aris yang terletak di Jl. Timoho. Santapan rumah makan “Bale Ayu” di sebelah rumah Pak Aris juga paling yahuddd deh.

Bisa dikatakan tahun 2012 ini adalah tahun PSM UMB. Lomba di China menjadi lomba penutup di tahun 2012. Inilah lomba internasional pertama yang kami ikuti. Setelah audisi, alhamdulillah saya masih dipercayai untuk ikut berkompetisi. Dalam hati sempat ragu, apakah bisa kami menang? Namun keraguan itu hilang karena kami percaya dengan Mas Nyonyon dan kami pun selalu berlatih dengan giat. Dukungan-dukungan dari orangtua, teman, dan juga Pak Aris menjadi semangat utama kami. Akhirnya kami dinyatakan sebagai Juara I di dua kategori, yaitu Mixed Choir dan Folklore pada Guangzhou open international choir competition. Nah karena penghargaan tersebut, kami mendapat “tiket emas” untuk mengikuti kompetisi lagi di Xinghai Prize International Choir Championship. Kami mendapat Gold Medal di kategori Mixed Choir dan Platinum Medal di kategori Folklore. Tak hanya mengenal China, kami juga diberi kesempatan untuk bepergian ke Hongkong satu hari. Seminggu yang sangat wonderful!

Kami juga pernah mengisi acara Supersemar di Jogja karena kami mendapat beasiswa dari Yayasan Supersemar berkat kesuksesan kami di China. Selain itu, kami juga pernah mengisi acara di acara peluncuran Buku Soeharto, dua kali acara Golongan Karya yaitu di Gelora Bung Karno tahun 2011 dan di SICC tahun 2012, dan acara-acara lain yang mengesankan bagi kami.

Team building, choral camp, dan camp week adalah program-program kami yang juga mengasah soft skill kami. Kekompakan kami sebagai satu tim menjadi sangat kuat.

2nd Bali International Choir Festival adalah kompetisi yang kami ikuti pada tahun 2013. Pada lomba inilah kami mencoba sesuatu yang berbeda. Para wanita PSM UMB menjadi petangguh di kategori Female. Di lomba ini kami mendapat 2 medali, yaitu Silver Medal pada kategori Female dan Gold Medal pada kategori Folklore. Perjalanan kami pun dihiasi dengan wisata-wisata ke tempat-tempat yang indah di Bali.

Menyanyi dan menari yang saya kuasai di PSM UMB menjadi bekal saya untuk mengikuti Putra-Putri Kampus Universitas Mercu Buana pada tahun 2012. Sebelumnya saya tidak percaya diri. Pak Aris adalah salah satu orang yang memotivasi saya. “Kalau tidak dicoba, siapa yang tau? Daripada menyesal di kemudian harinya” Kalimat inilah yang mendorong saya. Dan benar, saya terpilih menjadi 12 besar perempuan yang masuk. Walaupun tidak menang, saya sangat bangga karena orangtua saya dapat melihat prestasi saya di bidang seperti “Abang None” ini. Haha.

Perjalanan saya di PSM UMB ini tentu tidak lepas dukungan dari semua pihak. Terima kasih yang sangat spesial untuk bapak Ir. Arissetyanto Nugraho, MM. selaku Pembina PSM UMB, mas Agus Yuwono/Nyonyon selaku Pelatih. Mereka adalah kekuatan utama kami dan semangat kami untuk selalu meraih prestasi. Tentunya juga orang tua kami, alumni-alumni PSM UMB, sahabat-sahabat kami. LOVE YOU ALL 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>