Yoga Karnada

574705_568115313211253_1365989691_n

Yoga Karnada

Tenor

Perkenalkan nama saya Yoga Karnada, biasa dipanggil Yoga, tapi jika dilingkungan psm biasa dipanggil Ticil, agak aneh memang yaa, hehhe, saya lahir di jakarta pada tanggal 27 april 1993, saya anak kedua dari tiga bersaudara.

Pertama kali mendengar nama psm mercubuana yaitu ketika dunia kampus (demo ukm) pada saat itu saya terkesan melihat penampilan psm umb, ditambah lagi membaca di surat kabar bahwa psm umb telah menjalankan misi kebudayaan di negeri vietnam. Hal itu menambah motivasi saya untuk bergabung di psm umb. Lalu dengan dorongan dari dalam diri, saya memutuskan untuk mendaftar dan mengikuti audisi. Awalnya saya sangat tegang/ jantung berdebar – debar karena baru pertama kali merasakan proses audisi tersebut, akhirnya setelah melewati berbagai tahap audisi hati saya merasa lega ditambah lagi ketika mendengar pengumuman bahwa saya berhasil bergabung bersama psm umb. seiring berjalannya waktu berbagai proses telah dijalani, seperti latihan, pendidikan musik, dan konser  angkatan 2011. Hal itu membuat kemampuan saya lebih berkembang dan dipercayai oleh pelatih untuk mengikuti kompetisi pertama saya di ajang LPS USM Semarang, berbagai macam cobaan kita jalani di ajang ini, terutama masalah dana. Tapi hal itu tidak membuat kami patah semangat justru dengan adanya masalah tersebut kami lebih termotivasi untuk mencari dana, berbagai macam cara telah kami lakukan mulai dari mengamen, menjual sticker, menjual makanan ringan, donatur alumni dan orang tua bahkan kami sampai menggadaikan komputer demi mendapatkan pemasukan dana untuk biaya kami selama di semarang.

pada saat itu saya dipercayai oleh kepengurusan 2011/2012 sebagai panitia seksi acara di LPS USM. Alhamdulillah dengan niat, tekad, usaha / penampilan terbaik dan doa yang kami lakukan dapat membuahkan hasil yang baik  yaitu menjuarai dua kategori pada LPS USM Semarang yaitu kategori mixed dan floklore. Hal ini justru membuat kami tidak berpuas diri dan menjadikan sebagai awal pembelajaran untuk lebih meningkat lagi.

Setelah kompetisi LPS Semarang, PSM UMB berani unjuk gigi keluar negeri yaitu mengikuti  xianghai prize international guangzhou, china. Pada saat itu saya masih dipercaya oleh pelatih yaitu mas Agus Yuwono untuk bergabung dalam team, hal ini membuat saya semakin bertanggung jawab dan semangat karena selain membawa nama baik kampus juga membawa nama baik indonesia. selain itu berbagai negara belahan dunia juga mengikuti kompetisi tersebut, sedikit saya bercerita tentang aktivitas kami di china, pada saat keberangkatan kami terbang dengan pesawat garuda dan waktu yang ditempuh sekitar 8 jam, sesampai di guangzhou yang saya rasakan udara disana sudah sangat berbeda dengan indonesia disana lebih sejuk dan bebas polusi, bayangkan tidak ada kendaraan sepeda motor yang beroperasi disana, masyrakat disana mayoritas lebih menggunakan mobil, kendaraan umum (bus) dan sepeda made in china, karena mereka negara komunis jadi kurang terbuka dengan produk luar bahkan dalam berkomunikasi juga sulit karena mayoritas masyarakat disana tidak bisa berbahasa inggris dan juga disana kita mengunjungi berbagai tempat (city tour), seperti Dr. Sun Yet – sen memorial hall, yuexiu park (menara 5 ekor kambing), Chen Claim Temple, dll, itu mungkin cerita singkat tentang apa yang saya rasakan dinegeri sana, intinya pada kompetisi xinghai prize international guangzhou, nikmat syukur telah kami dapat bahwa pada open guangzhou kami memenangkan 2 kategori yaitu mixed (gold) dan folklore (gold), kemenangan itu membuat kami masuk ke tahap selanjutnya yaitu xinghai prize international, dan alhamdulillah kami mendapatkan medali platinum untuk folklore dan gold untuk mixed choir, sungguh ini merupakan prestasi yang memuaskan buat saya. kemudian selain kemenangan yang kita dapat disana, juga banyak teman yang saya dapat yaitu para kompetisi luar negeri contohnya liisa rootare dari estonia dan marina makarov dari russia. dan setelah kompetisi selesai, kami melanjutkan perjalanan untuk ke Hongkong, yang saya rasakan disana bahwa hongkong merupakan negara kecil tapi perekonomian disana berkembang pesat, bahkan yang uniknya disana orang yang sudah menikah itu lebih suka memelihara anjing daripada mempunyai anak(keturunan), bahkan ada baby sister yang khusus untuk merawat anjing, pengetahuan ini saya dapat dari tante aceng (tour gate). Disana kami mengunjungi Aveneu Star, Madame tussaud (patung lilin), jumbo floating restaurant dll, Dan kemudian keesokan harinya kami pulang ke jakarta dengan selamat dan membawa hasil yang baik.

Dengan selesainya kompetisi china, PSM UMB menjadi semakin dikenal oleh publik hal ini terbukti dari seringnya kami diundang dalam berbagai acara distasiun televisi swasta ,lalu diundang untuk tampil pada acara-acara formal seperti peluncuran buku pak harto, Supersemar, pergelaran seni dan budaya, dsb. Bahkan pada acara tersebut banyak pejabat – pejabat yang melihat penampilan kami, seperti menteri pertahanan, menkesra, mantan menteri agama, wiranto, dkk pada saat peresmian meseum pak harto di kemusuk, yogyakarta. Sungguh senang dan bangga bisa tampil didepan mereka. Perjuang kami tidak hanya sampai disini beberapa bulan terakhir kami mengikuti kompetisi internasional yang diadakan di Bali yaitu Bali International Choir Festival . akhirnya lagi lagi lagi dan lagi usaha yang kami lakukan membuah kan hasil, yaitu pada kategori female choir mendapatkan silver, dan folklore mendapatkan gold, sungguh ini merupakan pengalaman dan prestasi yang membagakan buat saya, dan harus menggali ilmu lebih dalam lagi karena ilmu itu tidak akan pernah habis. Dan pada kepengurusan periode 2013-2014 saya dipercayai oleh ketua PSM UMB Reza Irfandi untuk menjabat sebagai wakil ketua, semoga pada kepengurusan ini dapat menjalankan berbagai program kerja dengan baik.

Terima kasih yang sebesar besarnya kepada pembina tercinta dan juga rektor Universitas Mercu Buana  DR.Arissetyanto Nugroho, MM. Karena berkat dorongan dan motivasi beliau kita dapat terus semangat dalam melakukan berbagai aktivitas di PSM UMB. Terima kasih juga kepada pelatih mas Nyonyon , pak Yon dan teman teman anggota PSM UMB.

Banyak pengalaman, banyak belajar, banyak mengerti akan suatu kekeluargaan, dan banyak prestasi yang diraih. Pesan saya tak akan ada buah tanpa pohon hal ini berarti tak akan ada hasil jika tidak ada prosesnya, di atas langit masih ada langit . jangan pernah berpuas diri dan jadikan suatu kemenangan itu menjadi awal untuk melakukan lebih baik lagi karena dengan hal tersebut dapat menjadi pacuan untuk kita lebih memperdalam ilmu/berlatih demi mengapai impian dan kesuksesan.

BERJAYALAH SELAMA – LAMANYA…..

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>